Daily Market Performance š
![]() IHSG 6.532 -1,75% |
![]() Coal 112,0 -1,88% |
![]() Oil (Brent) 76,9 +1,40% |
![]() Gold 2.935 +0,03% |
![]() CPO 4.593 +1,98% |
![]() Nickel 15.522 -1,49% |
Darma Henwa ($DEWA) mengumumkan rencana private placement tambahan sebanyak ~3,95 miliar saham baru dengan harga 75 rupiah per lembar untuk mengkonversi utang sebesar ~296,6 miliar rupiah kepada PT Antareja Mahada Makmur.
PT Antareja Mahada Makmur merupakan perusahaan di bidang penyewaan dan sewa guna usaha, sekaligus kreditur dari pos utang usaha DEWA senilai 296,6 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan PT Antareja Mahada Makmur di DEWA akan menjadi 9,7% dari sebelumnya tidak ada.
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana private placement yang baruābaru ini diumumkan DEWA. Sebelumnya, DEWA juga berencana menggelar private placement sebanyak ~14,9 miliar saham baru dengan harga 75 rupiah per saham untuk mengkonversi utang kepada PT Madhani Talatah Nusantara dan PT Andhesti Tungkas Pratama.
Secara kumulatif, total ketiga private placement tersebut berjumlah ~18,8 miliar saham baru.
DEWA akan mengadakan RUPSLB pada 13 Februari 2025 untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait pelaksanaan aksi korporasi ini.
Saham DEWA ditutup menguat +8,74% ke level 112 rupiah per lembar pada hari ini, Selasa (11/2).
Kami menilai konversi utang tersebut berpotensi memberikan sentimen negatif jangka pendek bagi DEWA karena harga pelaksanaannya lebih rendah -33% dibandingkan harga saham perseroan per hari ini dan potensi dilusi yang cukup besar bagi pemegang saham existing. Berdasarkan perhitungan kami, ketiga private placement tersebut akan menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham existing sebesar ~46,3%, dengan porsi kepemilikan masyarakat berpotensi turun dari 71% menjadi 38,2% pascaātransaksi.
Dari sisi keuangan, konversi utang senilai total ~1,4 triliun rupiah tersebut berpotensi menurunkan LiabilityātoāEquity Ratio DEWA dari 1,32x menjadi 0,62x. Meski kami menilai konversi utang ini bukan yang paling ideal untuk memperkuat struktur permodalan DEWA, aksi korporasi ini dapat berdampak positif dalam jangka panjang jika pemegang saham baru dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan ke depannya.
*Artikel ini telah rilis terlebih dahulu sebagai Stockbit Commentary pada Selasa (11/2) pagi.
š ASII: Wholesales Mobil -9% YoY pada Januari 2025
$ASII: Astra International mencatatkan penjualan wholesales mobil sebesar 34.531 unit pada Januari 2025 (-9% YoY, -18% MoM), lebih baik dari realisasi seindustri (-11% YoY, -23% MoM). Dampaknya, pangsa pasar ASII naik ke level 55,8% pada Januari 2025 (vs. Januari 2024: 54,5%, Desember 2024: 52,8%). Wholesales mobil ASII pada Januari 2025 utamanya ditopang oleh penjualan Toyota+Lexus yang mencapai 22.132 unit (+4,8% YoY, -17,5% MoM), sementara penjualan Daihatsu melemah ke level 9.983 unit (-31% YoY, -24% MoM).
$SCMA: Pengendali Surya Citra Media, Elang Mahkota Teknologi ($EMTK), membeli ~102,7 juta saham SCMA dengan harga rataārata ~196,4 rupiah per lembar pada 5ā10 Februari 2025. Total nilai transaksi mencapai ~20,2 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan EMTK di SCMA naik dari 62,07% menjadi 62,21%.
$RAJA: Pemegang saham Rukun Raharja, PT Sentosa Bersama Mitra, membeli ~35,7 juta saham RAJA dengan harga rataārata 2.000 rupiah per lembar pada 30 Januari 2025. Total nilai transaksi mencapai ~71,5 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan PT Sentosa Bersama Mitra di RAJA naik dari 35,231% menjadi 36,076%.
$BBTN: Bank Tabungan Negara mencatatkan laba bersih sebesar 925 miliar rupiah pada 4Q24 (-22% YoY, +59% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2024 turun menjadi 3 triliun rupiah (-14% YoY), setara 97% estimasi konsensus. Net Interest Income (NII) turun menjadi 2,8 triliun rupiah (-19% YoY, -1,9% QoQ) pada 4Q24, sehingga NII selama 2024 turun menjadi 11,7 triliun rupiah (-14% YoY). Selain itu, Net Interest Margin (NIM) selama 2024 turun ke level 2,9% (vs. 2023: 3,8%), menandai level terendah setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Di sisi lain, beban operasional lainnya naik +12% YoY selama 2024, sedangkan beban provisi turun -46% YoY. Adapun pertumbuhan kredit selama 2024 hanya mencapai +7,3% YoY (vs. 2023: +11,9% YoY), di bawah guidance manajemen yang mengincar kisaran +10ā11% YoY.
$BREN: Direktur Utama Barito Renewables Energy, Hendra Tan, mengatakan bahwa pihaknya melalui Star Energy Geothermal telah menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Salak Binary. PLTP tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 15,5 MW, sehingga total kapasitas terpasang PLTP milik Star Energy Geothermal naik menjadi 901,5 MW.
$SIDO: Direktur Utama Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, David Hidayat, membeli 3,65 juta saham SIDO dengan harga rataārata 562 rupiah per lembar pada 7ā10 Februari 2025. Total nilai transaksi mencapai ~2,05 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan David Hidayat di SIDO naik dari 0,019% menjadi 0,031%.
$WINS: Investor Relations Wintermar Offshore Marine, Pek Swan Layanto, mengatakan bahwa pihaknya akan mendatangkan 2 unit kapal heavy load barge baru pada 1Q25. Manajemen WINS pun tengah mempertimbangkan untuk menambah lebih banyak kapal sesuai dengan pertumbuhan permintaan kapal OSV pada 2025, meski Pek Swan tidak merinci berapa jumlah tambahan kapal yang ditargetkan perseroan. WINS sendiri mengalokasikan capex sebesar 20 juta dolar AS pada 2025 (vs. alokasi capex 2024: 35 juta dolar AS). Sebelumnya, Pek Swan mengatakan bahwa WINS menargetkan kenaikan utilisasi armada menjadi 75% pada 2025 dari 68% pada 2024, seiring beberapa proyek pengeboran di Indonesia yang belum dimulai seperti blok Masela dan Andaman.
$PYFA: Chief Commercial Officer Pyridam Farma, Antes Eko Prasetio, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengakselerasi pengembangan komersial di luar portofolio obat resep, dengan fokus mendorong produk consumer healthcare dan kecantikan pada 2025 melalui Pyfahealth dan Pyfabeauty. Strategi ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah dan panjang PYFA untuk menghadirkan solusi kesehatan holistik serta memperkuat daya saing perseroan di industri yang semakin kompetitif. Meski demikian, Antes tidak merinci target kontribusi kedua segmen tersebut bagi kinerja perseroan ke depannya.
Saham Top Gainer Hari Ini š„
Saham Top Loser Hari Ini š¤
Performa Sektor Hari Ini š
š„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui...
Harga emas di pasar futures menguat +0,03% ke level 2.935,3 dolar AS per troy ounce pada Selasa (11/2), setelah sempat menembus level 2.968,5 dolar AS per troy ounce dan menandai rekor allātime high secara intraday. Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan harga emas sebesar +1,62% pada Senin (10/2) malam. Kenaikan harga emas terjadi seiring pengumuman dari Presiden AS, Donald Trump, yang menerapkan tarif 25% untuk semua impor baja dan alumunium ke AS per 12 Maret 2025. Selain untuk kedua metal tersebut, Trump juga mengatakan akan mengumumkan tarif balasan pada minggu ini, dengan besaran akan menyesuaikan tarif yang diberlakukan oleh negara lain. Keputusan ini mengancam terjadinya eskalasi perang dagang dan kembali meningkatnya inflasi.
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat meminta kepada seluruh pimpinan komisi di DPR untuk menunda rapat pembahasan efisiensi anggaran kementerian/lembaga karena adanya rekonstruksi anggaran dari pemerintah, berdasarkan surat yang ditandatangani Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan kepada Kompas bahwa ia telah menerima surat tersebut dan komisinya pun telah menunda rapat dengan Kementerian Perindustrian yang seharusnya dijadwalkan pada Senin (10/2). Saleh enggan berspekulasi mengenai alasan pemerintah akhirnya meminta penundaan rapat pembahasan efisiensi anggaran bersama kementerian/lembaga, serta meminta agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada pemerintah dan pimpinan DPR. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2025 merilis instruksi presiden untuk memangkas anggaran belanja dalam APBN 2025 hingga sebesar 306,7 triliun rupiah.
Firma analisis komoditas, Kpler, mencatat bahwa impor batu bara termal Vietnam selama 2024 tumbuh +31% YoY menjadi 44 juta ton, menjadikan negara tersebut sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan impor batu bara termal di tengah pertumbuhan impor secara global yang hanya mencapai +1% YoY pada 2024. Lonjakan impor batu bara termal tersebut didorong oleh kebutuhan listrik untuk sektor manufaktur di Vietnam, dengan Reuters melaporkan bahwa kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di negara tersebut akan meningkat sebesar +15% setelah proyek yang sedang dibangun selesai. Global Energy Monitor mencatat bahwa pembangkit listrik terpasang di Vietnam saat ini mencapai sekitar 70 GW, dengan kontribusi PLTU mencapai sekitar 39%. Ke depan, ada sekitar 11,6 GW kapasitas pembangkit listrik baru yang sedang dibangun di Vietnam, dengan PLTU akan tumbuh sekitar 4 GW.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan pada Selasa (11/2) bahwa pemerintah berencana meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) ke level 70% dari tambahan kapasitas listrik dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) periode 2025ā2034. Rencana tersebut akan menggantikan RUPTL periode 2021ā2030 yang menargetkan total kapasitas baru sebesar 40,6 GW dengan sekitar 52% di antaranya berasal dari EBT. RUPTL periode 2025ā2034 sendiri menargetkan tambahan kapasitas listrik sebanyak 71 GW, sehingga target bauran EBT sebesar 70% selama periode tersebut akan mendorong bauran EBT terhadap total kapasitas listrik nasional naik dari sekitar 12% menjadi sekitar 35% pada 2034, menurut Kartika. Berdasarkan RUPTL periode 2025ā2034, pemerintah berencana membangun kapasitas listrik tenaga surya sebesar 17 GW, tenaga air sebesar 16 GW, tenaga panas bumi sebesar 5 GW, tenaga gas sebesar 15 GW, serta sumberāsumber lain seperti angin dan bioenergi. RUPTL tersebut juga masih merencanakan tambahan kapasitas PLTU sebesar 5 GW hingga 2034.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengatakan pada Senin (10/2) bahwa pihaknya memproyeksikan program pembangunan 3 juta rumah per tahun yang digagas oleh pemerintah dapat mendorong tingkat utilisasi kapasitas produksi keramik sekitar +10ā15% karena proyek tersebut membutuhkan ubin keramik sekitar 110ā115 juta meter persegi. Asaki sendiri mencatat bahwa tingkat utilisasi per Januari 2025 mencapai 73%, naik dari realisasi 2024 di level 64%. Pada 2025, Asaki menargetkan tingkat utilisasi dapat mencapai kisaran 80ā85%.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan surat utang korporasi pada 2025 akan berkisar 139,29ā155,43 triliun rupiah, dengan titik tengah 143,91 triliun rupiah. Pada Januari 2025 sendiri, Pefindo mencatat penerbitan surat utang korporasi sudah mencapai 8,6 triliun rupiah, naik dibandingkan 6 triliun rupiah pada Januari 2024. Selama 2024, Pefindo mencatat bahwa penerbitan surat utang korporasi mencapai 149,7 triliun rupiah (+15,84% YoY).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan pada Selasa (11/2) bahwa pihaknya menargetkan penghimpunan dana di pasar modal dapat mencapai 220 triliun rupiah pada 2025 (vs. target 2024: 200 triliun rupiah), meski dia tidak merincinya lebih lanjut. Target tersebut lebih rendah dari penghimpunan dana di pasar modal Indonesia selama 2024 yang mencapai 259,24 triliun rupiah. Mahendra mengatakan bahwa OJK akan terus melakukan review secara berkala terhadap target tersebut dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati, mengatakan pada Senin (10/2) bahwa pihaknya berencana menerbitkan aturan baru terkait batas maksimum volume penyaluran bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi. Wacana ini ditujukan untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran. Saat ini, regulasi existing mengatur bahwa volume maksimum pembelian harian solar bersubsidi adalah 60 liter untuk kendaraan roda empat, 80 liter untuk kendaraan roda enam, dan 200 liter untuk kendaraan di atas enam roda. Namun, tim kajian BPH Migas dan Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa kuota existing masih terlalu banyak karena melebihi kapasitas tangki kendaraan, sehingga berpotensi disalahgunakan.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pada Senin (10/2) bahwa DPR dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah sepakat untuk menggunakan 2 sistem perpajakan, yaitu Coretax dan sistem perpajakan yang lama. Kesepakatan ini diambil untuk mengatasi berbagai masalah yang kerap muncul dalam implementasi Coretax.
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
š Ketika Saham Turun, Tanggung Jawab Siapa?
Photo by: Stockbit
"Daripada terjebak dalam siklus menyalahkan, lebih baik fokus pada analisis yang lebih matang, diversifikasi portofolio, dan memahami siklus pasar." - husin1030
Saat pasar anjlok, banyak yang panik dan mencari-cari pihak yang bisa disalahkan. Dari investor ritel, bandar, regulator, atau faktor eksternal. Tapi apakah itu solusi yang tepat? Atau justru ada peluang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan? Dalam tulisannya, Husin1030 membagikan sharing dan opini menarik dalam menyikapi market yang tengah bergejolak seperti saat ini. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya di sini!
Penulis & Editor: Stockbit Investment Research
Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved.
Disclaimer:
Informasi ini dimiliki oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (āStockbitā), Perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/ menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah. Nasabah setuju untuk membebaskan Stockbit dari segala gugatan hukum jika terjadi kerugian Nasabah yang disebabkan karena risiko investasi tersebut.
Domain resmi Stockbit adalah āhttps://stockbit.com/ā dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri ā@Stockbit.comā Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.