PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) atau yang dulu dikenal dengan nama Adaro Energy Indonesia baru saja membagikan dividen jumbo kepada pemegang sahamnya sebesar Rp41,8 triliun atau setara dengan Rp1.358/saham.
Perusahaan holding batu bara milik Boy Thohir ini dikenal rutin bagi dividen kepada pemegang saham hingga dua kali setiap tahun. Hal ini menjadikan ADRO sebagai salah satu pilihan investasi favorit, khususnya bagi investor yang mengincar pendapatan pasif melalui dividen.
Tertarik membeli saham ADRO, sebaiknya simak dulu profil emiten, kinerja keuangan, dan pergerakan sahamnya di pasar selama ini.
Saham ADRO Bergerak di Bidang Apa?
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merupakan perusahaan induk (holding) yang bergerak dalam bidang energi terintegrasi di Indonesia.
Perusahaan didirikan pada tahun 2004 dengan nama PT Padang Kurnia dan telah tumbuh menjadi produsen energi terkemuka dengan bisnis-bisnis di sektor pertambangan dan jasa batu bara, energi terbarukan dan tidak terbarukan, utilitas, mineral, pengolahan mineral, dan infrastruktur pendukung, yang dijalankan perusahaan-perusahaan anak.
Pada tahun 2022, untuk menyederhanakan struktur bisnisnya, ADRO mengklasifikasikan kembali perusahaan-perusahaan anak ke dalam tiga pilar pertumbuhan, yaitu Adaro Energy, Adaro Minerals, dan Adaro Green.
Pilar pertama, Adaro Energy, mengelola operasi batubara dari tambang hingga pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia dan Australia. Produk unggulannya adalah Envirocoal, batu bara berpolutan rendah, serta batubara kokas keras dari Queensland. Pilar ini juga didukung oleh anak perusahaan yang menyediakan berbagai layanan pertambangan dan operasional.
Pilar kedua, Adaro Minerals, fokus pada produksi batu bara metalurgi untuk industri baja, serta pengembangan bisnis pengolahan mineral di Kalimantan Utara yang akan mendukung ekonomi hijau Indonesia.
Pilar ketiga, Adaro Green, merupakan inisiatif terbaru yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan melalui proyek pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya.
Kapan Saham ADRO IPO?
Saham ADRO pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Juli 2008, saat perusahaan masih menggunakan nama PT Adaro Energy Indonesia Tbk, sebelum berganti menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk pada Desember 2024.
Dalam penawaran perdana ini, ADRO melepas ~11,14 miliar lembar saham atau setara ~35% dari total ~31,99 miliar saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga saham saat IPO ditetapkan sebesar Rp1.100 per lembar.
IPO ADRO tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah BEI dengan nilai mencapai Rp12,2 triliun. Seluruh dana hasil IPO telah digunakan per 29 Mei 2009 dan telah dilaporkan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 3 Juni 2009.
Saham ADRO milik siapa?
Per kuartal III-2024, struktur kepemilikan saham ADRO terdiri dari PT Adaro Strategic Investments sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 45,66%.
Setelah itu, ada Garibaldi Thohir (Boy Thohir), yang menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, memiliki 6,43% saham dan bertindak sebagai pengendali bersama PT Adaro Strategic Investments.
Jajaran manajemen lainnya yang memiliki saham ADRO termasuk Edwin Soeryadjaya (Komisaris) dengan 3,42%, Theodore Rachmat dengan 2,64%, Arini Saraswaty Subianto dengan 0,26%, Christian Ariano Rachmat dengan 0,052%, Julius Aslan dengan 0,036%, dan Iwan Dewono Budiyono dengan kepemilikan kurang dari 0,0001%.
Sementara itu, pihak afiliasi menguasai 7,77% saham, dan sisanya sebesar 33,73% dimiliki oleh publik.
Bagaimana Kinerja Saham dan Keuangan ADRO?
Sama seperti emiten batu bara pada umumnya, kinerja saham ADRO di pasar modal juga sebagian besar dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas batu bara di pasar global.
Biasanya, semakin tinggi harga komoditas emas hitam ini di pasar global, maka semakin tinggi pula harga saham ADRO di pasar, dan begitu pula sebaliknya.
Hal ini bisa kamu lihat sendiri pada grafik pergerakan harga saham ADRO lima tahun terakhir. Sebagaimana terlihat pada grafik tersebut, harga saham ADRO terlihat mulai mengalami kenaikan signifikan sejak akhir 2021 hingga pertengahan 2022.
Periode tersebut adalah masa ketika harga batu bara newcastle di pasar global mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh level tertingginya sekitar US $450/ton pada September 2022, sebelum kemudian turun kembali ke level US $120 - $150 per ton sejak pertengahan 2023 hingga sekarang.
Selain meningkatkan harga sahamnya, kenaikan harga batu bara global juga turut membuat performa keuangan emiten PT Alamtri Resources Indonesia Tbk naik signifikan.
Tercatat, dalam tiga tahun terakhir, pendapatan ADRO naik hampir tiga kali lipat dari sebelumnya membukukan pendapatan sebesar US $2,5 miliar pada 2020 menjadi US $6,52 miliar pada 2023, atau meningkat +37,6% secara CAGR tiga tahun.
Dari sisi laba bersih juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari US $147 juta menjadi US $1,6 miliar dalam kurun waktu yang sama. Angka ini mencerminkan kenaikan laba hampir 11 kali lipat atau rata-rata sekitar +121,6% setiap tahunnya (CAGR).
Meski begitu, rekor pendapatan dan laba bersih tertinggi ADRO dicapai pada tahun 2022 ketika harga batu bara global sedang tinggi-tingginya. Pada periode tersebut, ADRO tercatat membukukan kinerja pendapatan dan laba bersih sebesar US $8,1 miliar dan US $2,5 miliar.
Sementara itu, secara kumulatif hingga kuartal-III 2024 (9M24), Alamtri Resources Indonesia mencatat penurunan kinerja pada pendapatan dan laba bersih. Pendapatan ADRO turun -10,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US $4,45 miliar, sedangkan laba bersih juga turun -3% yoy menjadi US $1,18 miliar.
Walau kinerja perseroan menurun, harga sahamnya di pasar justru terus mengalami peningkatan signifikan sejak Mei 2023. Hal ini utamanya disebabkan oleh pengumuman perseroan yang akan melakukan spin-off terhadap anak usahanya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang saat ini sudah resmi melantai di BEI sejak 5 Desember 2024.
Aksi Korporasi ADRO
Sejak melantai di BEI pada Juli 2008, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) telah melakukan beberapa aksi korporasi, terutama membagikan dividen kepada pemegang saham. Seperti diketahui, emiten milik Boy Thohir ini dikenal rutin bagi dividen hingga dua kali setiap tahunnya sejak 2009.
Aksi korporasi terakhir ADRO adalah melepas seluruh kepemilikan sahamnya pada AADI melalui skema Penawaran Umum oleh Pemegang Saham (PUPS) yang berlangsung hingga 10 Desember 2024.
Dalam skema PUPS ini, pemegang saham ADRO memiliki kesempatan istimewa. Setiap pemilik 4.389 lembar saham ADRO berhak menebus 1.000 saham AADI (setara 10 lot). Harga penebusan akan ditentukan berdasarkan harga rata-rata tertimbang (VWAP) saham AADI setelah penutupan perdagangan perdana di BEI pada 5 Desember 2024, dengan batas harga penebusan minimal sebesar Rp5.546 per saham dan batas tertinggi 107,5% dari nilai wajar AADI atau Rp5.960 per lembar saham.
Dalam skema PUPS tersebut, ADRO juga membagikan dividen tunai sebesar RP41,7 triliun atau setara Rp1.358 per lembar saham yang ditujukan untuk membantu investor dalam mengeksekusi PUPS AADI. Dividen tersebut berasal dari sebagian laba yang belum dicadangkan perseroan per 31 Desember 2023, dan telah dibagikan seluruhnya kepada pemegang saham pada 6 Desember 2024.
Beli Saham ADRO Bisa di Stockbit
Demikian ulasan mengenai profil dan kinerja saham properti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Apabila tertarik dengan saham ADRO, kamu bisa membelinya dengan mudah melalui aplikasi Stockbit dari PT Stockbit Sekuritas Digital.
Berikut ini tutorial cara beli saham ADRO di aplikasi Stockbit.
Buka aplikasi Stockbit
Top up RDN, pastikan nominalnya ada dan cukup untuk melakukan pembelian saham ADRO (minimal pembelian saham 1 lot = 100 lembar). Jika tidak, silahkan isi saldo RDN terlebih dulu.
Klik menu Search, cari saham ADRO atau PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Klik tombol Buy
Masukan harga pembelian dan jumlah lot saham yang ingin kamu beli
Klik Buy, lalu Confirm.
Buat kamu yang super sibuk, kamu tetap bisa lho trading saham di Stockbit dengan memanfaatkan fitur auto-order. Melalui fitur ini, kamu bisa jual dan beli saham secara otomatis di Stockbit, tanpa perlu pantau aplikasi terus. Mudah kan?
Investasi saham makin praktis dengan Stockbit. Daftar sekarang!
Disclaimer:
Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu.